temperamen manusia

 

Tipe Kepribadian

Perbedaan kepribadian atau tipe-tipe kepribadian yang melekat pada setiap orang telah menarik perhatian para ahli sejak dahulu kala. Sebenarnya penjelasan Alkitab mengenai tipe-tipe kepribadian ini telah ada jauh sebelum penelitian ilmiah. Alkitab menjelaskan tentang perbedaan antara pria dan wanita yang merupakan perbedaan tipe kepribadian yang sangat jelas. Perkembangan selanjutnya memberikan kepada kita suatu penguraian yang lebih terperinci mengenai tipe-tipe kepribadian orang.

Di dalam bidang kedokteran pada zaman Yunani kuno, Hippocrates telah melakukan suatu usaha penelitian di dalam tipologi kepribadian. Ia menyimpulkan bahwa temperamen (darah, flegma, empedu hitam, empedu kuning) berhubungan dengan kepribadian yang mudah terserang berbagai macam penyakit. Ia menyatakan bahwa mereka yang pendek dan gempal mudah terserang apoplexy dan mereka yang tinggi dan kerempeng mudah terserang penyakit tuberclosis. Kecuali Galen (130-200 AD) membagi tipe kepribadian itu berdasarkan temperamen tersebut menjadi:

Sanguine – tipe yang meluap-luap.

Flegmatik – tipe lamban.

Kolerik – tipe gerak cepat.

Melankolik – tipe patah hati.

Sekali pun pembagian tipe kepribadian ini dinilai tidak ilmiah, namun istilah-istilah tersebut masih dipakai sampai dengan saat ini. Kemudian Ernst Kretschmer (1888-1964) dalam bukunya “Physique and Character” membagi kepribadian atau tempramen atas 4 tipe:

Tipe astenik.
Tipe ini mempunyai ciri kurus, lurus, tubuh lemah, sulit bertumbuh, dan cenderung kepada schizophrenia.

Tipe atletis.
Ciri-ciri tipe ini, orangnya tinggi, besar, dadanya bidang, kekar, dan postur tubuh yang meruncing ke bawah. Secara kejiwaan, orang ini mempunyai potensi schizothymic.

Tipe piknik.
Tubuhnya cenderung melebar, lembut, gemuk bulat dan berlemak. Kretschmer mengidentifikasikan tipe dengan cycloid atau manic- depressive, suatu temperamen yang berubah-ubah, kadang senang, kadang murung.

Tipe displastik. Tipe yang lain dari ketiga tipe di atas.
William Sheldon yang menulis buku “The Varieties of Temperament” (1942), juga memberi perhatian kepada bentuk tubuh. Ia memusatkan perhatian pada penelitiannya tentang meticulous yang disebutnya sebagai somatotyping. Sikap dan tingkah lakunya diduga menyesuaikan diri dengan bentuk tubuhnya. Ia membagi tipe kepribadian menjadi tiga bagian:

Endomorphy.
Dari segi fisik, pencernaannya baik, namun otot-ototnya lemah. Karena itu tubuhnya cenderung gemuk. Tipe ini lamban, senang memanjakan tubuhnya, suka makan (apalagi kalau bersama kawan- kawan), orangnya mudah dan sangat bersahabat, dan merasa puas selalu.

Mesontorphy.
Orang tipe ini memiliki tubuh yang kekar, langkahnya tegap, senang menguasai karena memang dia punya kekuatan, suka terhadap hal-hal yang beresiko berbahaya. Ia mempunyai arah yang tegas dan jelas, punya keberanian untuk bertempur. Sifat ekstrovertnya sangat menonjol.

Ectomorphy.
Tipe ini ditandai dengan ketenangan. Postur tubuh dan gerak yang kaku. Perasaannya sangat peka. Sifatnya sangat tertutup.

Pada tahun 1971, C.G. Jung menulis sebuah buku yang berjudul “Psychological Types”. Ia membagi kepribadian itu atas introvert dan extrovert. Kedua tipe itu ditandai dengan sikap seseorang terhadap obyek. Seorang yang introvert pada dasarnya selalu ingin melarikan diri dari obyek, seakan-akan obyek itu harus dicegah agar tidak menguasainya. Sebaliknya, orang yang ekstrovert mempunyai sikap yang positif terhadap obyek. Dialah yang menguasai obyek itu. Kelihatannya pembagian Jung itu terlalu sederhana. Tetapi sebetulnya Jung mengklasifikasikan kedua tipe itu ke dalam delapan subtipe, sehingga terkesan rumit.

Tipe pemikir ekstrovert.
Setiap aktivitas orang tipe ini tidak lepas dari kesimpulan- kesimpulan yang bersifat intelektual yang didasarkan pada data obyektif.

Tipe perasa ekstrovert.
Orang ini sebelum bertindak, perasaannya itu harus pas dulu. Jung memasukkan kaum wanita ke dalam tipe ini.

Tipe sensasi ekstrovert.
Bagi dia, segala sesuatu harus benar dan berorientasi pada kesenangan yang konkrit, tidak berlebihan, hukum itu harus dipatuhi. Orang tipe ini tidak mementingkan diri sendiri, dan rela berkorban demi kepentingan orang lain.

Tipe intuitif ekstrovert.
Orang ini tidak akan ditemukan dalam dunia yang memiliki nilai realitas yang dapat diterima. Ia tidak puas dengan apa yang ada. Ia selalu menyelidiki sesuatu dan berbuat sesuatu yang baru.

Tipe pemikir introvert.
Orang ini terlalu membatasi diri dengan pikiran dan pendapatnya sendiri. Ia bisa berpikir kritis, tetapi sering subyektif.

Tipe perasa introvert.
Orangnya tenang, sulit didekati, sukar mengerti dan kurang tanggap terhadap perasaan orang lain.

Tipe sensasi introvert.
Dia selalu berorientasi pada peristiwa-peristiwa yang terjadi, dan bukan pada penilaian yang masuk akal.

Tipe intuitif introvert.
Tipe ini sangat senang dengan hal-hal yang berbau mistik, bahkan ia bisa menjadi peramal atau seniman yang aneh.

Pembagian Jung ini disempurnakan lebih lanjut oleh Isabel Briggs Myers dalam bukunya “Gifts Differing”. Dia membagi ke delapan tipe Jung menjadi dua sub tipe yang menyangkut penilaian dan pemahaman. Dialah yang menemukan tipe Myers-Briggs yang merupakan indikator terhadap pengukuran preferensi kepribadian, kapasitas dan keterbatasannya. Ia yakin bahwa setiap subtipe itu mempunyai kekuatan. Hal ini sangat menolong kita sebagai pelayan. Suatu pendekatan yang baru terhadap analisa tingkah laku dari tipe kepribadian ini terdapat dalam “The Diagnostic and Statistical Manual III”, yang menguraikan 11 gangguan kepribadian yang di kelompokkan dalam tiga bagian:

Kelompok A: Orang-orang aneh dan eksentrik.

Paranoid:
Suatu gangguan kepribadian yang ditandai dengan ciri-ciri khas hipersensitivitas, kecurigaan, dan kecenderungan untuk menyalahkan orang lain.

Schzoid:
Selalu menjauhkan diri dari orang lain serta memiliki pemikiran yang eksentrik.

Schizotypal: Ciri kepribadian yang terganggu yang ditandai dengan pengucilan diri dari orang lain serta pikiran-pikiran yang eksentrik (aneh, sinting, kegila-gilaan) . Mirip schizophrenia, tetapi tidak begitu parah.

Kelompok B: Orang-orang dramatis, emosional dan tak menentu.

Anti-sosial:
Ketidakmauan untuk berasosiasi dengan individu-individu lain atau kelompok-kelompok lain. Sikapnya selalu melawan standar sosial, dan karenanya berbahaya bagi masyarakat.

Borderline:
Orangnya tidak stabil dalam tingkah laku, suasana hati, hubungan dengan orang lain, dan konsep diri.

Histronie:
Gangguan kepribadian yang ditandai dengan kehebohan, dramatisasi diri, pembujukan dan usaha untuk mencari perhatian.

Narcisstic:
Ditandai dengan cinta diri yang sering dikaitkan dengan kepuasan erotis. Ia sangat menyayangi tubuhnya, perbuatan dan kemampuannya.

Kelompok C: Ditandai dengan kecemasan, ketakutan dan suka bertingkah.

Avoidant:
Cirinya adalah kepekaan yang berlebihan terhadap penolakan orang lain, sehingga ia tidak mau berhubungan dengan orang lain, takut kalau ditolak.

Dependent:
Sangat kurang percaya diri, sehingga ia cepat menyerahkan diri kepada orang lain. Karenanya mereka tidak bisa mengambil keputusan di dalam hidup mereka tanpa orang lain.

Obsessive-compulsiv e:
Adanya ide (obsesi) yang tegar melekat dan sering tidak dikehendaki diiringi dengan perbuatan yang tidak masuk akal. Seseorang akan mencuci tangannya setiap lima menit karena takut akan bakteri yang akan membinasakannya. Atau, seorang yang sebentar-sebentar memeriksa kunci pintu apakah terkunci atau tidak, jangan-jangan ada maling yang sedang mondar-mandir di halaman rumahnya. Usaha-usaha seperti itu adalah usaha untuk menghilangkan perasan bersalah.

Passive-aggressive:
Ditandai dengan pemberontakan melalui ketidakaktifan dan sikap keras kepala.

Tipe-tipe Kepribadian Berdasarkan Temperamen

Tim La Have mengingatkan kita akan bahaya di dalam membahas tipe kepribadian ini berdasarkan temperamen. Sebab beberapa orang akan cenderung untuk mulai menilai dan bahkan menentukan temperamen kawan-kawannya. Padahal penilaian dan penentuan itu tidak dapat dilihat dari satu dua kesan dan penampilan seseorang di dalam waktu yang sangat terbatas. Orang yang bersangkutanlah yang jauh lebih mengetahui temperamen macam apa dia itu.

Lagi pula, pembagian temperamen seperti yang diusulkan oleh Galen itu tidak bermaksud bahwa setiap orang ditandai dengan satu temperamen, tetapi di dalam diri seseorang bisa terdiri atas beberapa macam tempramen. Memang, ada satu jenis temperamen yang menonjol.

Catatan lain yang perlu diperhatikan di dalam memahami orang lain lewat perbedaan temperamen itu, bahwa ada orang yang sebenarnya mempunyai temperamen kolerik, tetapi dalam perjalanan waktu dan pengalamannya, bisa berubah menjadi seorang yang flegmatik sehingga penilaian dan penetuan itu bisa meleset.

Kolerik

Seorang yang disebut kolerik biasanya ditandai dengan semangatnya yang berapi-api, cekatan, aktif, mempunyai kemauan keras, mampu untuk mandiri dan berpikir praktis. Ia selalu puas dengan dirinya sendiri, tanpa harus ditentukan orang lain. Ia tidak perlu diajar berpikir positif, sebab ia mudah menanggapi segala sesuatu itu positif. Sikapnya optimis. Di kala semua orang telah menyerah kepada keadaan, orang kolerik tetap memandang kepada masa depan yang penuh harapan. Bagi dia tidak ada langkah menyerah. Hal ini berhubungan dengan sikapnya yang berani, tidak kenal takut.

Karena itu orang kolerik hampir tidak menemukan kesulitan untuk memimpin. Potensi itu sangat besar di dalam dia. Dialah yang sering menyulut massa (agitator). Ia juga dikenal sebagai organisator yang bijaksana, karena ia tidak mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan sendiri.

Namun di balik kemampuan-kemampuan ya itu, ia juga seorang yang kejam, sadis, kasar, tidak sensitif atau kurang mengerti perasaan orang lain. Barangkali satu hal yang sulit bagi dia adalah mengasihi orang lain. Karena bagi dia orang lain hanya alat untuk mencapai tujuan-tujuan. Ia selalu melihat dirinya sebagai pusat aktivitasnya dan orang lain harus mendukung tujuan-tujuan dan rencana-rencananya. Ia tidak akan berurusan dengan mereka yang tidak mendukungnya. Tugas dan proyeknya adalah pusat perhatiannya, karena itu ia bukanlah seorang yang mudah bergembira. Sebegitu aktif dan “rajin”nya orang ini, sehingga sulit baginya untuk menyediakan waktu untuk bersaat teduh (membaca Alkitab, berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam waktu-waktu khusus).

Sanguin

Orang sanguin beda dengan kolerik. Ia mampu membuat suasana menjadi hangat. Ia terkesan tidak memikirkan hari esok. Hari ini adalah hari yang berbahagia, hari esok lain urusannya. Ia begitu ramah dengan semua orang, simpatik, lemah lembut dan punya perhatian yang besar terhadap orang lain. Makanya ia sangat disenangi orang, apalagi ia termasuk orang yang tidak pernah kehabisan kata-kata, ia bisa memukau orang banyak dengan cerita-ceritanya yang menarik. Ia manusia yang tak pernah bosan dengan hidup ini.

Sayangnya, orang sanguin memiliki emosi yang tidak stabil. Ia bisa jatuh cinta dengan seorang hari ini, kemudian dengan seorang lagi pada hari yang lain. Pendiriannya tidak tegas, dan karena itu ia tidak segan-segan untuk berbohong. Karena senang dengan memukau orang, sampai-sampai sebuah fakta dilebih-lebihkan. Pintar membuat sensasi. Kalau orang sanguin melihat sepeda bertabrakan dengan sepeda, ia akan menceritakannya seakan-akan pesawat bertabrakan dengan pesawat. Sifat kekanak-kanakannya sangat menonjol, dan suka mendominasi percakapan.

Kelemahan lain yang dimiliki orang sanguin adalah tidak disiplin. Terlalu banyak waktu yang dibuangnya, sehingga banyak pekerjaan yang tidak selesai. Tidak teroganisir, karena ia mudah beralih perhatian kepada hal-hal yang tidak menjadi prioritas. Ia tidak terdesak dengan target waktu. Makanya kalau orang sanguin sering datang terlambat, kita tidak usah heran. Ia bisa memasuki sebuah pertemuan rapat dalam keadaan tenang tanpa merasa “berdosa”.

Melankolik

Melankolik terkenal sebagai manusia sesitif. Kalau orang kolerik tidak senang dengan hal-hal yang kecil, melankolik adalah sebaliknya. Ia terlalu banyak disibukkan dengan hal-hal kecil yang kadang-kadang tidak pantas untuk dipikirkan. Ia adalah orang yang sulit mengambil keputusan. Seorang wanita yang melankolik akan sulit memberikan respons kepada seorang pria yang menyatakan cinta kepadanya. Ia mampu untuk menggumulinya selama bertahun-tahun untuk sebuah keputusan.

Ia adalah seorang yang berpikir dalam dan analitis. Karenanya ia sangat menghargai karya-karya musik, sastra, seni. Dalam pekerjaan, ia selalu melakukan yang terbaik. Ia tidak akan menerima suatu tanggungjawab apabila yang lain belum juga ia selesaikan. Kalau seorang kolerik, yang penting banyak pekerjaan, bagi melankolik, yang penting selesai dengan sempurna.

Akan tetapi, beda dengan kolerik, ia adalah seorang yang pesimis dan selalu melihat segala sesuatu dari sisi negatif. Orang mengenal dia sebagai Si Pemurung. Setiap hari dilewatinya hanya dengan memikirkan dirinya sendiri. Ia terlalu kuatir akan kehidupannya, makanya ia mudah stres dan depresi.

Terhadap orang lain ia sering mengkritik, kalau ia melihat ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Selalu curiga pada hal-hal yang baru, termasuk pada orang lain. Karena itu ia sulit mendapat kawan. Ia terlalu idealis dan teoritis. Karena terlalu banyak pertimbangan, akibatnya untuk mengambil keputusan pun sulit.

Flegmatik

Tenang, damai dan baik hati adalah ciri khas orang flegmatik. Orangnya adalah yang paling stabil di antara semua temperamen. Ia seorang yang setia, pendengar yang baik dan bisa mempunyai humor yang menyenangkan. Ia bekerja tanpa adanya suatu tekanan, rapi dan tetap teguh dalam mempertahankan apa yang telah menjadi peraturan. Ia sangat berhati-hati di dalam mengambil tindakan.

Cuma, orang akan merasa kesal dengan orang flegmatik. Ia adalah orang yang sulit bergerak. Pasif adalah ciri khas orang ini. Di saat semua orang panik, ia tenang. Ia kurang percaya pada dirinya sendiri. Dan yang lebih menjengkelkan lagi ialah sikapnya yang suka kompromi.

Dalam kegiatan bersama, ia lebih memilih untuk abstain ketimbang terlibat dalam suatu urusan. Ia tidak begitu antusias dalam segala hal. Kalau semua orang tertawa, ia tidak. Malahan ia sinis, dan suka mengejek. Acuh tak acuh, dan merasa dirinya lebih benar dari orang lain. Sebenarnya ia seorang pemalas dan sukar didorong. Sikapnya sangat tertutup, penakut dan terlalu berhati-hati

 

About these ads

~ by deepblue87 on September 5, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: